Persis Solo akhirnya berhasil memetik kemenangan setelah menjamu PPSMKN Magelang. Dalam pertandingan Piala Indonesia babak ketiga leg 2 di Stadion Manahan, Solo, tuan rumah menang tipis 2-1. Dua gol yang dicetak Persis Solo dihasilkan oleh Ilham Hasan di menit 62 dan Javier Rocha di menit 80 lewat tendangan penalti. Sedangkan PPSMKN Magelang membalasnya dengan Kevin Yan di menit 85, juga lewat tendangan penalti.
Di awal pertandingan, kedua tim menampilkan permainan yang agak melambat. Hanya beberapa kali terjadi serangan. Itu pun juga kurang tajam ke daerah pertahanan. Namun Vilalba berhasil lolos dari jebakan offside tim tamu. Ia sudah berdiri bebas dan mendribel bola. Sayangnya aksi pemain asing Persis Solo ini berhasil dihentikan oleh bek tim tamu.
Di menit 12 Persis Solo menyerang dari sisi kanan pertahanan tim tamu. Javier Rocha memberikan umpan namun masih bisa diamankan kiper tim tamu. Di menit 18 terjadi sedikit keributan antara Kevin Yan dengan Rusdiansyah. Keduanya akhirnya mendapat kartu kuning dari Wasit Ginanjar Rahman yang memimpin pertandingan ini.
Barulah di babak kedua Persis Solo mencetak gol pertamanya. Ilham Hasan yang mendapat umpan dari tendangan bebas Javier Rohca berhasil menaklukkan penjaga gawang PPSMKN Magelang Dhika Bhayangkara. Dengan sundulannya bola tak terjangkau kiper.
Sepuluh menit menjelang laga usai, Dhika Bhayangkara melakukan pelanggaran keras atas Robby Fajar dengan menjatuhkannya di kotak terlarang. Akhirnya, wasit menunjuk titik putih. Javier Rocha yang melakukan eksekusi penalti di menit 80 sukses menjebol gawang tim tamu dan skor berubah menjadi 2-0.
Namun tak beberapa lama, salah satu pemain tuan rumah, Affan Lubis, dianggap menyentuh bola saat Kevin Yan melakukan tendangan bebas. Wasit pun memberikan penalti untuk tim tamu. Kevin Yan yang mejadi eksekutor berhasil memuluskan bola ke pojok kiri gawang Persis Solo. Hingga akhir pertandingan, Persis Solo tetap unggul 2-1.
Usai pertandingan, Pelatih PPSMKN Magelang Danurwindo mengatakan, timnya sudah berusaha meredam serangan dan melakukan counter attack, terutama di babak kedua. Hasilnya memang tim ini bisa menceploskan satu gol. “Tapi keputusan wasit banyak yang kurang tegas sehingga pertandingan tidak terkontrol,” tegas pelatih yang sudah hampir 30 tahun bergelut dalam dunia kepelatihan ini.
Meski Persis Solo beberapa kali tidak berlatih, namun ia melihat tim ini memiliki pemain yang punya pengalaman dan kualitas lebih baik daripada timnya. “Untuk pertandingan di leg 2 nanti kita tetap menggunakan permainan serangan balik. Apalagi kita main di kandang sendiri. Kita akan menggunakan taktik yang berbeda daripada di sini,” jelasnya.
Disinggung soal tiga pertemuan dengan Persis Solo yang selalu kalah, sebenarnya ia telah memberikan koreksi. “Kita memang sudah meminta agar kurangi pelanggaran. Soalnya apa? Persis Solo banyak membuat gol dari free kick dan corner kick,” tukasnya.
Sementara, Pelatih Persis Solo Junaidi mengungkapkan bahwa ia bersyukur timnya bisa menang meski kurang latihan. “Di babak pertama tempo permainan pelan sekali. Beberapa kali sering salah kontrol. Ini karena kurang latihan,” jelasnya.(*)